Author: admin-menvil

  • Anggrek Tanduk (Coelogyne asperata): Pesona Anggrek Langka dari Hutan Tropis Borneo

    Anggrek Tanduk (Coelogyne asperata): Pesona Anggrek Langka dari Hutan Tropis Borneo

    Mengenal Anggrek Tanduk (Coelogyne asperata)

    Coelogyne asperata adalah anggrek epifit yang tumbuh menempel pada batang atau dahan pohon. Anggrek ini memiliki untaian bunga yang panjang dan menjuntai, dengan bunga-bunga berwarna krem hingga putih kekuningan. Bagian bibir bunganya memiliki corak khas berwarna coklat kemerahan atau oranye, menyerupai tanduk yang unik.

    • Nama Ilmiah: Coelogyne asperata
    • Asal: Endemik di Pulau Borneo, termasuk Kalimantan Timur.
    • Ciri Khas: Tandan bunga panjang dengan puluhan kuntum bunga. Bibir bunga yang berlekuk dan berwarna coklat kemerahan.
    • Aroma: Bunga mengeluarkan aroma harum yang lembut dan manis.

    Habitat dan Tantangan Konservasi

    Anggrek tanduk biasanya ditemukan di hutan-hutan tropis dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Keberadaannya sangat bergantung pada kondisi hutan primer dan sekunder yang masih terjaga. Seperti halnya flora endemik lain, anggrek tanduk menghadapi ancaman serius dari perusakan habitat.

    • Deforestasi: Penebangan hutan untuk perkebunan dan tambang menyebabkan hilangnya habitat alami anggrek ini.
    • Perubahan Iklim: Perubahan pola hujan dan suhu memengaruhi pertumbuhan dan siklus hidupnya.
    • Perburuan Liar: Kecantikan dan kelangkaannya membuat anggrek ini menjadi target kolektor, yang seringkali mengambilnya langsung dari alam.

    Cara Memelihara Anggrek Tanduk

    Bagi para kolektor dan pencinta anggrek, perawatan Coelogyne asperata memerlukan beberapa perhatian khusus:

    • Pencahayaan: Suka cahaya tidak langsung. Tempatkan di area yang teduh atau di bawah naungan.
    • Kelembaban: Sangat menyukai lingkungan yang lembab. Semprotkan air secara teratur, terutama saat musim kemarau.
    • Penyiraman: Siram saat media tanam mulai kering. Pastikan drainase media sangat baik untuk mencegah busuk akar.
    • Media Tanam: Gunakan pakis, arang, atau sabut kelapa yang disusun secara longgar.

    Dengan memahami dan melestarikan anggrek tanduk, kita tidak hanya menjaga spesies yang indah, tetapi juga berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis Kalimantan. 💚

  • Kantong Semar (Nepenthes): Si Pemburu Serangga dari Hutan Kalimantan Timur

    Kantong Semar (Nepenthes): Si Pemburu Serangga dari Hutan Kalimantan Timur

    Mengenal Kantong Semar (Nepenthes)

    Nama “kantong semar” merujuk pada bentuk organ tubuhnya yang menyerupai kantong atau piala. Kantong ini adalah bagian dari daun yang termodifikasi, berfungsi untuk menjebak dan mencerna serangga. Di dalam kantong terdapat cairan asam dan enzim yang membantu proses pencernaan. Warna dan aroma kantong yang menarik perhatian serangga, menjadi perangkap alami yang mematikan.

    • Nama Ilmiah: Nepenthes (berbagai spesies)
    • Asal: Tersebar luas di Asia Tenggara, dengan pusat keragaman di Kalimantan dan Sumatera.
    • Ciri Khas: Memiliki kantong berbentuk piala. Tumbuh sebagai liana (tanaman merambat) yang melilit tanaman lain.
    • Fungsi: Memperoleh nutrisi tambahan (terutama nitrogen) dari serangga yang dimangsanya, karena habitatnya memiliki kandungan nutrisi yang rendah.

    Kantong Semar Endemik di Kalimantan Timur

    Kalimantan Timur adalah surga bagi para peneliti dan penggemar kantong semar. Beberapa spesies yang ditemukan di sini antara lain:

    1. Nepenthes ampullaria: Dikenal dengan kantongnya yang membulat dan sering tumbuh berumpun di tanah.
    2. Nepenthes rafflesiana: Memiliki kantong yang besar dan tinggi, seringkali berwarna hijau kecoklatan atau kemerahan.
    3. Nepenthes hirsuta: Kantong dan batangnya ditutupi oleh bulu-bulu halus.

    Upaya Konservasi dan Perawatan

    Meskipun terlihat kuat, kantong semar rentan terhadap perubahan lingkungan. Deforestasi, perusakan habitat, dan perburuan liar menjadi ancaman utama. Penting untuk mendukung upaya konservasi dan tidak membeli tanaman hasil perburuan.

    Jika Anda ingin memelihara kantong semar, perhatikan hal-hal berikut:

    • Pencahayaan: Butuh cahaya matahari tidak langsung yang cukup.
    • Media Tanam: Gunakan media yang sangat poros dan bebas nutrisi, seperti campuran sphagnum moss dan perlite.
    • Penyiraman: Gunakan air hujan atau air suling. Jangan gunakan air keran karena kandungan mineralnya bisa merusak tanaman.
    • Kelembaban: Jaga kelembaban udara yang tinggi, mirip dengan habitat aslinya.

    Dengan merawat dan melindungi kantong semar, kita turut menjaga keunikan hayati yang luar biasa dari Kalimantan Timur.


  • Project Mentari: Ecopreneur Innovation Programme SUSS di Mentari Village

    Project Mentari: Ecopreneur Innovation Programme SUSS di Mentari Village

    Balikpapan, 09-13 Juni 2024 – Tim mahasiswa dan dosen dari Singapore University of Social Sciences (SUSS) melakukan kunjungan lapangan ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bekerja sama dengan PT BKM Mentari Village sebagai tuan rumah sekaligus fasilitator rangkaian program lapangan.

    Meninjau Persemaian Mentawir dan Kawasan Ibu Kota Nusantara

    Pada 9 Juni, rombongan tiba di Bandara Balikpapan dan langsung menuju Persemaian Mentawir. Di sana, mereka mempelajari proses pembibitan tanaman dan pohon yang mendukung program penghijauan di wilayah Kaltim – Kaltara, termasuk kawasan Ibu Ko ta Nusantara (IKN).

    Setelah itu, tim melanjutkan kunjungan ke kawasan IKN, meninjau area Istana Negara dan kantor pusat pengelolaan IKN untuk melihat langsung perkembangan pembangunan ibu kota masa depan Indonesia.

    Diskusi Kolaborasi dengan Komunitas Lokal

    Pada 10 Juni, tim SUSS berdiskusi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Samboja, Tim Desa Samboja Village, dan Kepala Desa Bukit Raya Samboja. Pertemuan ini membahas program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian dan kewirausahaan desa.

    Selain itu, SUSS juga mengadakan diskusi intens dengan Tim Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai mitra riset lokal, membahas pengembangan teknologi tepat guna dan riset sosial di kawasan sekitar IKN.

    Eksplorasi Pusat Edukasi dan Pasar Lokal

    Pada 11 Juni, rangkaian kegiatan berlanjut dengan kunjungan ke Pasar Kebun Sayur, pusat oleh-oleh khas Kalimantan Timur. Rombongan kemudian mengunjungi Pusat Edukasi Mangrove Balikpapan untuk melihat upaya pelestarian mangrove.

    Hari yang sama, tim juga berkunjung ke Kebun Pak Agus di Kilometer 12 Balikpapan dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar untuk mempelajari pengelolaan sampah terpadu.

    Diskusi Final di Mentari Village

    Dua hari terakhir, 12–13 Juni, diisi dengan diskusi mendalam di ruang serbaguna Mentari Village. Tim SUSS dan ITK membagi diri menjadi empat kelompok, merumuskan ide riset dan program kolaborasi.

    Diskusi final pada 13 Juni jadi penutup manis sebelum rombongan kembali ke Singapura. Tidak hanya membawa pulang kenangan, tapi juga komitmen kerja sama lintas negara untuk Nusantara yang lebih hijau dan berdaya.

    Langkah Kecil, Dampak Besar

    Rangkaian kunjungan ini membuktikan bahwa kerja sama lintas batas bisa dimulai dari langkah sederhana: saling belajar, berdiskusi, dan saling mendengar. Mentari Village berkomitmen membuka ruang untuk siapa saja yang ingin bergerak bersama membangun Kalimantan Timur dan Nusantara yang lebih hijau.


    📌 Tertarik berkolaborasi? Yuk, hubungi kami!

  • Momen Spesial! Akad Masal Mentari Village Wujudkan Rumah Pertama Warga

    Momen Spesial! Akad Masal Mentari Village Wujudkan Rumah Pertama Warga

    Mentari Village, kawasan perumahan yang terletak di Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, kembali menunjukkan komitmennya dalam menyediakan hunian terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. Salah satu buktinya adalah terselenggaranya acara Akad Massal, sebuah momen penting yang menandai langkah awal kepemilikan rumah bagi ratusan calon penghuni.

    Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait hadir di acara Akad Massal Mentari Village

    Acara ini berlangsung dengan tertib dan meriah, dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait, para konsumen, perwakilan bank penyalur KPR subsidi, Notaris, serta Bumi Karya Mentari selaku pengembang dari Mentari Village. Dalam satu hari, puluhan hingga ratusan warga resmi menandatangani akad kredit sebagai tahap akhir dari proses pembelian rumah melalui program KPR Bersubsidi. Tidak sedikit dari mereka yang mengungkapkan rasa syukur dan haru, karena ini menjadi momen bersejarah—mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.

    Selain proses administrasi, suasana kekeluargaan juga terasa kental dalam acara ini. Pengembang menyediakan area tunggu yang nyaman, snack dan minuman ringan, serta sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Beberapa warga bahkan saling berkenalan dan berbagi cerita satu sama lain, membentuk awal yang hangat bagi kehidupan bertetangga di kemudian hari.

    Akad Masal ini tidak hanya sekadar proses legalitas, tapi juga simbol nyata dari kepercayaan masyarakat terhadap Mentari Village sebagai pengembang yang amanah dan profesional. Dengan hadirnya acara seperti ini, Mentari Village terus memperkuat posisinya sebagai pilihan utama hunian terjangkau di wilayah Balikpapan Utara, khususnya bagi keluarga muda dan pekerja formal yang mencari rumah pertama.


    💬 Jadi Bagian dari Keluarga Besar Mentari Village?

    Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki hunian nyaman di Balikpapan Utara!
    Klik tombol di bawah untuk mendapatkan info lengkap Mentari Village via WhatsApp.

  • Seru, Meriah, dan Penuh Keceriaan! Pasar Malam Mentari Village

    Seru, Meriah, dan Penuh Keceriaan! Pasar Malam Mentari Village

    Mentari Village kembali memanjakan para warganya dengan menghadirkan sebuah event spesial: Pasar Malam Mentari Village. Bertempat di kawasan hunian asri Balikpapan Utara, acara ini sukses menghadirkan suasana malam penuh tawa, lampu warna-warni, dan beragam hiburan yang memanjakan seluruh keluarga. Tidak hanya menjadi ajang berkumpul warga, Pasar Malam ini juga mempererat kebersamaan sekaligus menghadirkan pengalaman seru yang sulit dilupakan.

    Berbagai wahana permainan seperti bianglala, komedi putar, kora-kora, hingga istana balon menjadi daya tarik utama, khususnya bagi anak-anak yang tampak antusias mencoba semua permainan. Dentingan musik riang mengiringi sorak sorai pengunjung, sementara lampu-lampu hiasan berkelap-kelip menambah keindahan suasana malam. Tidak heran, area Pasar Malam menjadi pusat keramaian baru yang menghadirkan nuansa nostalgia masa kecil bagi banyak pengunjung dewasa.

    Selain wahana permainan, Pasar Malam Mentari Village juga diramaikan dengan bazar kuliner dan kerajinan lokal. Beragam makanan lezat seperti sate, bakso, jagung bakar, hingga jajanan kekinian siap memanjakan lidah para pengunjung. Sementara itu, stand kerajinan tangan dari pelaku UMKM lokal juga turut memperlihatkan kekayaan kreativitas warga sekitar, menjadikan acara ini tidak hanya seru tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

    Melalui acara Pasar Malam ini, Mentari Village kembali menegaskan komitmennya sebagai kawasan hunian yang tak sekadar menawarkan tempat tinggal, tetapi juga gaya hidup komunitas yang hangat, harmonis, dan penuh keceriaan. Event semacam ini diharapkan bisa terus menjadi agenda rutin yang dinanti oleh seluruh warga, menciptakan kenangan manis yang mempererat tali persaudaraan antar tetangga.

Chat on WhatsApp